Rabu, 04 Maret 2009

Alam di Karang Asem, situs Taman Ujung dan makam Sunan Mumbul

Tur kah?

Paket Tour jejak sejarah Islam di Bali dalam Harga

1. Paket Jazirah 3 Hari 2 Malam
27 Orang 32 Orang 42 Orang

Harga 415.000 410.000 405.000




Kondisi :
 Harga diatas adalah harga per orang dalam Rupiah
 2 Malam Menginap di Pondok Pesantren
 Guide, Infaq, makan siang ( Kotak)
 Termasuk Tour JZH 01, JZH 02, JZH 03
 Harga berlaku sampai Maret 2009 dan sewaktu waktu bisa berubah
 Tidak termasuk Tips dan keperluan pribadi dan Optional Program, Transportasi





2. Paket Tour


Paket 27 Orang 32 Orang 42 Orang
JZH 1 80.000 79.000 78.000
JZH 2 86.000 85.000 84.000
JZH 3 88.000 87.000 85.000
JZH 4 73.000 71.000 70.000



Kondisi :
 Harga adalah harga per orang
 Harga termasuk , Guide, Donasi, Makan siang ( Lunch Box).
 Harga sewaktu waktu bisa berubah
 Tidak termasuk Tip, Keperluan Pribadi, Transportasi

Jejak Sejarah Islam di Bali IV

JZH 04 ± 10 Jam Jemput Di Hotel

Melaya untuk Ziarah Ke Makam Mbah Lancing ( Sutan Mahmud).

Makan siang

Kemudian dilanjutkan Ziarah ke Makam Chabib Ali Bin Umar Bafaqih di Kampung Islam Loloan Negara.

Acara Bebas

Kembali ke Hotel

Paket Jejak Islam di Bali 3

JZH 03

± 9 Jam

Jemput di Hotel

Perjalanan menuju Desa Pegayaman di Singaraja. Perkampungan yang seluruh warganya beragam Islam ( Optional

Buleleng untuk Ziarah ke Makam The Kwan Lee yang bergelar Syech Abdul Qodir Muhammad

Makan siang di Saranam Echo resort

Menuju ke Kebun Raya Bedugul untuk Ziarah Ke makam Habib Umar bin Maulana Yusuf yang makamnya diatas Bukit

Mengunjungi Pasar Candikuning

Acara Bebas

Kembali ke Hotel


jalan hidupku edisi ampe

Bsimillahirohmanirohim,
Assalamu 'alaykum, wr, wbr,

saudaraku,
sebelum aku lanjutin ke jalan hidupku edisi ampe ini, ada baiknya kalo kita sejenak merenung, sejenak menundukkan kepala, membuka hati, jiwa dan seluruh perasaan serta fikiran kita hanya untuk DIA, kepadaNYA, karenaNYA, di dalamNYA dan bersamaNYA ... seluruh golak dada sebagai keinginan harus diakui terkadang bahkan sering dan acapkali jauh dari apa yang DIA sudah jelaskan kepada kita tentang keinginanNYA, bila sudah tresadarakan diri bahwa kita masihlah sangat jauh dariNYA, jauh dengan apa yang sudah DIA jelaskan buat kita di dalam kitabNYA, malu kita ... untuk itu mari kita bersama-sama berjuang, memperjuangkan diri untuk bangkit menatap arahanNYA, tuntunanNYA, contoh kekasihNYA lalu mari kita saling mengingatkan diri kita satu sama lainnya untuk selalu mengingatNYA di dalam relung jiwa dalam hati kita, mengingatNYA dalam gerak fikiran kita, melalui basahnya lisan kita dan terwujud dalam tindak tanduk perbuatan jasamani kita. agar kita mampu menjadi insan kamil ... amin

saudaraku,
awalnya 9 anak yang tak berbahasa indonesia dengan baik alias amat terbata-bata n aku sendiri belum tahu acan-acan tentang bahasa Bali, komunikasiku dengan mereka ya ... bahasa Tarzan atawa body language aja ... hehehe sukur mereka cepat mengerti dan mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik.

mengasramakan anak-anak Islam di lingkungan desa adat Hindu di desa Sembung kecamatan Kerambitan kabupaten Tabanan Bali bukanlah hal yang mudah, artinya sudah beda agama, beda kultur, beda cara pemikiran, ketersinggungan itu mudah tersulut. bahkan sampai di tingkat pejabat pemerintahan di lingkungan dinas sosial yang pernah dihapuskan oleh Mbah Gusdur. proses legalisasi operasional terasa dipersulit sekali, sukur doa-doa anak itu sangatlah diijabah olehNYA hingga dalam waktu relatif singkat jumlah santri di rumah selauas bangunan 2,5 are dan tanah seluas 4 are itu terasa penuh sesak meriah tatkala jumlah anak-anak mencapai 23 anak-anak putra putri.

bisa dibayangkan, rumah seluas 2,5 are dengan 4 kamar (1 kamar pengasuh pria, 1 kamar pengasuh wanita dan bibi yang membantu masak, 1 kamar aspi dan 1 kamar lagi aspa), wauw ... asik kalo lagi latiyan tahajud ... ude duinguin sekali, asik pokoknya deh ...

karena keterbatasan tempat membuat kami khawatir akan komunikasi putra dan putri tak terkontrol dengan baik, alhamdulillah kami mendapatkan lahan seluas (saat ini -+ 1 hektar) di jarak -+ 2,5 km dari lokasi lama, kami hijrahkan anak-anak dengan berjalan kaki. Masyarakat setempat semakin antusias dan tertarik dengan kegiatan pendidikan kami itu. event penting yang kami putuskan untuk pengembangan dakwah ini.

tahun 1992 kami mendapatkan akte notaris dari almarhum notaris Amir Syarifuddin di Denpasar, digratiskan pula oleh beliau.

tahun 1996-1997 kami didorong oleh kepala sekolah SMPN 2 Kerambitan untuk membuka sekolah di tingkat SLTP dan lahirlah MTs Bali Bina Insani dilanjutkan dengan membuka MA Bali Bina Insani di tahun 2000

uuu ... asik punya deh ... tapi belum kan aku ceritain saat musim paceklik berkepanjangan tatkala proses reformasi digulirkan dan saat kesulitan melanda Bali dengan peristiwa BOM I-nya ... ikuti terus ya ... thank's